Siapa yang tidak mencintai
seorang Ibu? sungguh amat sangat berdosanya jika seorang anak berani menyakiti
dan tak mencintai Ibunya. Miris ketika melihat dan mendengar cerita seorang
anak yang menelantarkan Ibunya, menaruhnya di panti jompo, membiarkan Ibunya
bekerja berat hingga usianya yang sudah sangat renta, bahkan cerita-cerita
memilukan tentang anak yang berbuat kasar hingga tega membunuh seoarang ibu
yang notabene adalah wanita yang lemah dengan fisiknya yang sudah makin menua.
Kita semua tahu, bahwa
kita lahir ke dunia dari rahim seorang Ibu. Di awal kehamilannya ibu merasakan
mual dan muntah hingga 4 bulan lamanya. selama 9 bulan, detik demi detik hari
demi hari hingga hari kelahiran kita Ibu meraskan sakit yang hebat di perut dan
pinggangnya karena ukuran janin semakin besar. kakinya membengkak, tubuhnya
yang semakin lemah karena sari makanan dan darah ibu sebagian besar dialirkan
ke janin.
Perjuangan terbesar ibu
saat mengandung anaknya adalah dikala proses melahirkan, dimana seorang ibu
diibaratkan sedang bertempur ke dalam medan perang, siap bertaruh nyawa demi
melahirkan anaknya ke dunia. Begitu besarnya pengorbanan seorang ibu maka salah
satu kunci sukses hidup kita adalah keridhaan orang tua, terutama ibu kita.
Begitu hebatnya perjuangan
seorang ibu, oleh karenanya layaklah jika kita sebut Ibu sebagai pahlawan
sejati dalam kehidupan kita. Seorang pahlawan tidak selalu harus menjadi superhero
yang berjuang melawan kejahatan. Tapi bagi saya seorang Ibu yang tulus dan
ikhlas menjaga dan menyayangi kami anak-anaknya dengan begitu sabar, mendidik
kami dengan ajaran-ajaran kebaikan, membuat kami tumbuh dewasa menjadi pribadi
yang kuat dan tegar dalam menjalani kehidupan, membuat saya berpikir bahwa ibu
lah sebenar-benarnya pahlawan kita.
Ibu merupakan motivator
terhebat dalam hidupku, dikala aku sedang terjatuh ibu tahu cara agar aku dapat bangun dan terus
berlari, ketika aku bersedih ibu tahu cara menghibur agar aku kembali tertawa, ketika
aku senang ibu selalu ingatkan bahwa kesenangan itu hanya sementara sehingga
kita tak boleh takabur dan berlebihan merayakannya. Ibu selalu mengingatkan
kami anak-anaknya akan hal-hal sederhana namun begitu prinsip supaya kami tidak keluar
dari aturan yang dibuatnya. Ibu selalu menjadi penengah ketika kami
anak-anaknya berkelahi, ibu selalu menjadi penyejuk didalam rumah sederhana
kami.
Bagiku, ibu adalah orang yang hebat,
selalu teringat dan terngiang ketika kami bertiga (bersama ke dua kakak) harus mengalami
kenyataan yang pahit ketika Ayah meninggal. Aku menangis tiada henti tak kuasa
menerima kenyataan yang harus dihadapi, begitu pula dengan kedua kakak-ku.
Tetapi beruntung kami memiliki seorang ibu yang tegar, ibu yang selalu
menyemangati kami saat kami dalam kondisi yang sangat down pada saat itu.
Padahal aku tahu ibu lah yang paling merasa kehilangan saat Ayah meninggal,
sampai-sampai ibu beberapa kali pingsan dari awal proses pengurusan jenazah
sampai pemakaman. Bagaimana tidak, mereka telah hidup bersama selama 26 tahun
lamanya. Suka duka telah meraka lewati bersama. Tetapi bersamaan dengan itu, ibu
bisa kembali tegar demi anak-anaknya. Hari demi hari minggu demi minggu bulan
demi bulan kami lewati bersama. Alhamdulillah, kini kami sudah bangkit dari
kesedihan. Kami memulai kehidupan yang baru tanpa sosok seorang Ayah. In Shaa
ALLAH kami semua sudah ikhlas menerima kepergiannya.
Tak ada kata yang lebih
layak kami ucapkan kecuali rasa bersyukur dan terima kasih karena kami memiliki
seorang Ibu yang baik, seorang ibu hebat yang membuat kami merasa selalu
merindukan belaian kasih sayangnya. Walaupun kini kami telah dewasa tapi kasih
sayang seorang ibu terbukti tak pernah sedikitpun berkurang. Beliau masih saja
selalu ingin kami repoti, ada saja upaya yang dilakukan ibu untuk berusaha membahagiakan
kami. Mulai dari memasakkan masakan kesukaan kami, membelikan baju, hingga hal-hal
kecil yang sebenarnya sudah bisa kami beli dan kerjakan sendiri.
Ibu.. kami tak akan pernah
bisa membalas semua jasa-jasamu. Dan kami tahu engkau juga tak pernah berharap
apa yang selama ini ibu berikan suatu saat akan kami kembalikan. Hanya iringan
doa yang bisa kami berikan, semoga engkau
selalu sehat dan dapat menghabiskan masa tua dalam kebahagiaan. Ya Allah yang
maha pengampun lagi penyayang, berikanlah kesehatan dan umur panjang kepada
orang tua kami, ampunkanlah dosa-dosa kami dan dosa mereka para orang tua kami,
sayangilah mereka sebagaimana mereka selalu menyayangi kami sedari kecil
hingga saat ini.
Terima kasih Ibu, dari anakmu yang selalu mencintai
dan merindukanmu...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar